Peluang Indonesia untuk memanfaatkan pasar China yang hilang, mengapa? & Kebijakan Presiden

Pengamat bisnis Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastadi, memperkirakan bahwa peluang Indonesia untuk menyerang pasar Cina telah hilang lagi karena pecahnya pandemi Coronavirus (COVID-19) di negara tersebut.

Perekonomian Indonesia mengalami momen pertumbuhan, dengan PMI manufaktur Indonesia naik dari Februari 2020 dari 49,3 pada Januari menjadi 51,9 pada Februari 2020, kata Vithra.

“Indeks PMI Indonesia telah melampaui 50 tahun, dan China juga kurang dari 30 tahun. Ini sangat menjanjikan pada awal tahun, terutama sejak Februari ekspor kami telah meningkat secara signifikan. / 2020)

Peningkatan UKM di industri manufaktur Indonesia dilaporkan dalam kondisi perdagangan untuk pertama kalinya sejak Juni 2019. Poin PMI di atas 50 menunjukkan bahwa banyak sektor manufaktur masih melakukan upaya untuk memperluas atau memperluas. Angka yang kurang dari 50 menunjukkan bahwa manufaktur menyusut.

Dalam kondisi ini, Fithra percaya bahwa ada kemungkinan untuk reorientasi dari pasar Cina ke pasar ASEAN termasuk Indonesia pada awal tahun. Pada saat ini khususnya, tren coronavirus belum menyebar di luar Cina.

“Memang, Januari – Februari 2020 adalah jangka waktu kami untuk melacak investasi. Dua bulan ini menjanjikan. Tapi ketika kami masuk pada bulan Maret ada banyak (mahkota) kasus di Indonesia, ini adalah artikel yang harus diambil oleh investor. Pertimbangkan bahwa produksi juga akan berkurang. “

Peluang untuk mendapat manfaat dari investasi Cina ditutup karena negara tenda yang terbuat dari bambu secara bertahap pulih setelah peluncuran mahkota.

“Cina, yang mengubah proses pembuatannya menjadi Asia Selatan dan Tenggara, tetapi mengingat bahwa itu akan berjalan lancar pada bulan April, saya pikir keinginan untuk keluar dari pasar dari China telah menghilang dengan insiden Covid dan menjelaskan.”

Presiden Joko Widodo meminta ojek dan supir taksi online tidak khawatir atas perlambatan aktivitas masyarakat di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19

Disebutkan bahwa otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah sepakat untuk merelaksasi cicilan motor dan mobil para supir online selama satu tahun.

“Keluhan yang saya dengar juga dari tukang ojek, supir taksi yang sedang memiliki kredit motor atau mobil, atau nelayan yang sedang memiliki kredit saya kira sampaikan ke mereka tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun,” kata Presiden saat membuka rapat terbatas soal Pengarahan Presiden kepada Para Gubernur Menghadapi Pandemik Covid-19 melalui video conference, Selasa (24/3/2020).

Seperti diberitakan Bisnis sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyampaikan hal serupa. Pemerintah akan merelaksasi kredit motor dan mobil para supir online dan melarang perusahaan pembiayaan atau leasing menggunakan jasa debt collector.

Kebijakan tersebut merupakan usulan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. “Terutama di sini agar perusahaan leasing tidak menggunakan jasa penagihan atau debt collector yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat, terutama untuk [ojek] online,” ujar Airlangga.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil sebagai upaya pemerintah untuk menjaga keleluasaan ruang gerak sektor riil. Hal itu dinilai penting dilakukan di tengah tekanan dunia usaha akibat penyebaran virus corona.

Wimboh menjabarkan bahwa OJK akan memberikan relaksasi bagi industri pembiayaan dalam perhitungan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) dengan hanya mengacu kepada satu pilar, yakni ketepatan pembayaran. Terdapat dua pilar lainnya yang akan diabaikan sementara, yakni prospek usaha dan kondisi debitur.

“Prospek usaha dan kondisi debitur kami abaikan sementara, kami perhitungkan selama satu tahun. Sehingga nanti hanya ketepatan pembayaran saja [yang diperhitungkan],” ujar Wimboh usai melalui teleconference dengan Presiden Joko Widodo, Jumat (20/3/2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *